Lotus by Arashi
Daremo shiranai shirarete wa ikenai
Sono hitomi no oku namida wo kakushiteru
Yume no you ni Jikan wo tomete
Kanashimi wo sotto nemuraseta mama
Ima demo Yomigaeru kioku wa Kizu darake garasu no you de
Kizami komoreteru Asu wo shinjiteru
Negai wo ima kono te ni Shinjitsu wo motomete
Daremo shiranai Story hajimaru
Kimi ga iru kara Mayou koto wa nai
Namida wa nagasanai Sono hi made
Mada minu mirai wo osoreru koto wa nai
Me no mae ni aru sekai wo shinjiru dake
Te ni shita mono Nakushita mono
Subete ni kitto imi ga aru kara
Bokura wa kanashimi ni kuretemo Yorokobi ni michibikareteru
Ima wo ikiteiru Kimi to aruiteru
Wasurenai de itsudemo Boku wa koko ni iru
Daremo shirani Story wa tsudzuku
Subete wo kakete Mamoru mono ga aru
Tashikana sono omoi wo Tsuranuite
Kako mo mirai mo kakimazeru you ni
Taiyou ga nobori hajimeta sora e
Story hajimaru
Kimi ga iru kara Mayou koto wa nai
Nagai yoru wo koeyou
Negai wo ima kono te ni Shinjitsu wo motomete
Daremo shiranai Story hajimaru
Kimi ga iru kara Mayou koto wa nai
Namida wa nagasanai Sono hi made
http://www.jpopasia.com/group/arashi/videos/lotus::4273.html
Kamis, 02 Februari 2012
sign Lyrics - JUJU
sign by JUJU
Konayuki ga hodou ni sotto kieteku
Naze anata no sugata made tsuresatte shimatta no?
Shiranu aida ni surechigatteta futatsu no kokoro wa maru de
Onaji sora ja yorisoenai tiayou to tsuki mitai
Kizuite mo modorenai
I miss you aitakute tada, aitakute
Anata no senaka sagasu no
Futari kasaneta omoide no basho wo
Hitotsu, hitotsu… to tadori nagara
Dakedo setsunakute tada, setsunakute
Mata hitori tachidomaru no
Mou nido to tsutaerarenai ai wo
Kakaeta mama de
Hitogomi ni osarete tachisuku ndemo
Mou anata wa tenohira wo sashinobete wa kurenai
Kanashii ne ushinatte kara ai no sugata shiru nante
Sono yasashisa ga sono hohoemi ga
Sarigenaku kagiri naku irodotte kureteta
I miss you nakitakute tada, nakitakute
Anata no mune wo sagasu no
Idakarete ita fukai nukumori ni
Kizukanai mama toki wa sugite
Kanashimi no yuki ga furitsumoru machi
Mou ichido dake aetara
Tsutaetai ano koro yori motto
Aishite iru to
Itazura na unmei ni mo
Toki no nagare mo
Me wo sorasanai de koeteku tsuyosa
Oshiete kureta sou anata ga
I miss you aitakute tada, aitakute
Anata no senaka sagasu no
Futari kasaneta omoide no basho wo
Hitotsu, hitotsu… to tadori nagara
Kitto kurushikute tada, kurushikute
Hateshinai tabi ni natte mo
Anata kara aisareteta Sign
Sagashitai kara
Kokokara aruite yuku
Naze anata no sugata made tsuresatte shimatta no?
Shiranu aida ni surechigatteta futatsu no kokoro wa maru de
Onaji sora ja yorisoenai tiayou to tsuki mitai
Kizuite mo modorenai
I miss you aitakute tada, aitakute
Anata no senaka sagasu no
Futari kasaneta omoide no basho wo
Hitotsu, hitotsu… to tadori nagara
Dakedo setsunakute tada, setsunakute
Mata hitori tachidomaru no
Mou nido to tsutaerarenai ai wo
Kakaeta mama de
Hitogomi ni osarete tachisuku ndemo
Mou anata wa tenohira wo sashinobete wa kurenai
Kanashii ne ushinatte kara ai no sugata shiru nante
Sono yasashisa ga sono hohoemi ga
Sarigenaku kagiri naku irodotte kureteta
I miss you nakitakute tada, nakitakute
Anata no mune wo sagasu no
Idakarete ita fukai nukumori ni
Kizukanai mama toki wa sugite
Kanashimi no yuki ga furitsumoru machi
Mou ichido dake aetara
Tsutaetai ano koro yori motto
Aishite iru to
Itazura na unmei ni mo
Toki no nagare mo
Me wo sorasanai de koeteku tsuyosa
Oshiete kureta sou anata ga
I miss you aitakute tada, aitakute
Anata no senaka sagasu no
Futari kasaneta omoide no basho wo
Hitotsu, hitotsu… to tadori nagara
Kitto kurushikute tada, kurushikute
Hateshinai tabi ni natte mo
Anata kara aisareteta Sign
Sagashitai kara
Kokokara aruite yuku
Selasa, 24 Januari 2012
Daftar Boyband, Girlband, dll. asal Korea yang telah debut di Jepang
Ohayou, konnichiwa, oyasumi, minna-san! XD
Kali ini saya mem-posting daftar boyband atau girlband, dll. asal Korea yang udah debut di Jepang yang saya ketahui. Jadi kalau ada kekurangan, jangan segan untuk memberitahu saya, ya! :)
- Girls' Generation
- Super Junior
- 2PM
- SHINee
- 2AM
- MBLAQ
- KARA
- T-ara
- G.Na
- FT. Island
- CN Blue
- TVXQ
- BoA
- 2NE1
- Jang Geun Suk
- JYJ
- IU
- Big Bang
Arigatou gozaimasu. :)
Selasa, 10 Januari 2012
Fuyu no Bench Lyrics - SID
Kawaita kuchibiru tsukisasaru kaze ni
Kakushita tenohira yubisaki tsunaida
Boku SAIZU NITTO wo jouzu ni kikonasu
Kimi to mukaeta asa
"Konna hi ga kuru nante yume mitai" nante
Hontou wa onaji kimochi sore ijou sa
Hanarete mo mata sugu ni aitaku natta bokura
Otonagenai otona no koi
Sukoshi no fuan mo ii sa
Deai to wakare kurikaeshi kore wa saigo no deai?
Shuumatsu aeru no ni
Kagiri aru konya no hari ni fukigen sa
Wagamama na bokura
Shuuden annai boku no migite goto imasugu ubatte hayaku
Neshitara itsu sameru soko ni okubyou de
Kyori toka jikan toka mou yame ni shiyou
Machikado wo irodotta IRUMINEESHON datte
Tooku kara mita hou ga boyakete kirei sa kitto
Dakedo chikaku de kanjitetai
Nukumori mabushii ima
Kakushita tenohira yubisaki tsunaida
Boku SAIZU NITTO wo jouzu ni kikonasu
Kimi to mukaeta asa
"Konna hi ga kuru nante yume mitai" nante
Hontou wa onaji kimochi sore ijou sa
Hanarete mo mata sugu ni aitaku natta bokura
Otonagenai otona no koi
Sukoshi no fuan mo ii sa
Deai to wakare kurikaeshi kore wa saigo no deai?
Shuumatsu aeru no ni
Kagiri aru konya no hari ni fukigen sa
Wagamama na bokura
Shuuden annai boku no migite goto imasugu ubatte hayaku
Neshitara itsu sameru soko ni okubyou de
Kyori toka jikan toka mou yame ni shiyou
Machikado wo irodotta IRUMINEESHON datte
Tooku kara mita hou ga boyakete kirei sa kitto
Dakedo chikaku de kanjitetai
Nukumori mabushii ima
"Ashita wa tsumoru kana...nee ashita"
Me o tojita dakishimetai
Hanarete mo mata sugu ni aitaku natta bokura
Otonagenai otona no koi
Sukoshi no fuan mo ii sa
Deai to wakare kurikaeshi kore ga saigo no deai
Furitsumoru ikutsu mono kata yoseatta koi ni
Kuuseki wa miataranai
Konya wa shikatanai sa
Rainen mo mata sono tsugi mo
Zutto zutto koyou
Minggu, 01 Januari 2012
Natal dan Tahun Baru di Jepang
MERRY CHRISTMAS and HAPPY NEW YEAR! XD
Maaf telat ngucapin. T^T Sebenarnya udah niat mau ngucapin pas tanggal 25 Desember dan tanggal 1 Desember pukul OO.OO. #jiah #lebay
Tapi mau gimana lagi? Udah keburu ngantuk dan sibuk! >.< #plak
Yosh! Kali ini kita akan membahas mengenai cara/kebiasaan orang-orang Jepang dalam meramaikan/merayakan Hari Natal dan Tahun Baru.
Natal
Penganut agama Katolik atau Kristen di Jepang sangat minoritas. Karena kebanyakan orang Jepang ialah atheis (ini yang saya gak suka sebenarnya, tapi tetep LOVE JAPAN! XD), mereka merayakan Natal tanpa bernuansa agama. Mereka merayakan Natal dengan cara mereka sendiri.Secara umum, hari raya Natal di Jepang kalah pamornya dibandingkan dengan hari raya Tahun Baru. Di sana, Tahun Baru dianggap lebih penting daripada hari Natal. Tetapi meskipun hari Natal juga diperingati dengan cukup meriah di Jepang, baik dengan tukar-menukar kado, makan malam bersama, maupun memasang pohon Natal, semua itu hanya didasari pada rasa ketertarikan pada tradisi negara-negara Barat dalam merayakan Natal; bisa dikatakan mereka hanya ikut-ikutan. Selain itu, toko-toko yang ikut memeriahkan Natal di Jepang hanya menggembar-gemborkan Natal dan menjual ornamen-ornamen Natal. Natal dirayakan, tidak lain hanya untuk alasan komersial saja.
Di Jepang, tradisi tukar menukar kado memang sudah biasa dilakukan, sehingga pada momen ini hampir semua orang ikut serta dalam tukar menukar kado. Hampir seperti di negara barat, di Jepang umat Kristiani akan menghias rumah dengan mistletoe dan pohon Natal.
Uniknya, pada malam tahun baru, seluruh anggota keluarga diwajibkan memakai pakaian terbaik mereka dan berdandan rapi. Kemudian mereka akan berbaris dipimpin oleh sang ayah mengelilingi rumah. Ritual ini dipercaya sebagai ritual untuk mengusir setan. Kemudian sang ayah akan melempar setiap sudut ruangan dengan kacang kering agar tidak ada roh jahat yang mau tinggal.
Di Jepang juga saat musim Natal berarti satu hal, yaitu ayam goreng KFC. Unggas termasuk binatang langka di Jepang. Oleh karena itu di tahun 1970-an KFC mulai melihat kesempatan untuk memulai tradisi Natal dengan mengiklankan ayam KFC menjadi bagian penting dalam musim liburan di Jepang. Sekarang orang Jepang rela mengantri hingga sebulan sebelum perayaan Natal untuk menikmati lezatnya KFC.
Makan kue natal bersama. Pada malam natal, tanggal 24 Desember, untuk keluarga yang punya anak mereka biasa membeli kue natal dan makan bersama. Jadi tanggal 24 Desember hampir semua toko menjual kue natal dengan berbagai ragam. Penjual roti atau kue natalpun tak kalah menarik, mereka memakain baju santa klaus. Anak-anakpun jadi senang melihatnya. Mereka ikut menikmati hari Natal dengan suasana gembira.
Pergi bersama sang kekasih. Malam Natal adalah sangat istimewa bagi pria atau wanita bujang di Jepang. Hampir semua anak remaja di Jepang mereka sangat ingin dan sedapat mungkin melewatkan malam Natal dengan pacar mereka. Malam Natal menjadi malam yang romantis, suasana ini ditambah dengan indahnya lampu-lampu yang menghias hampir di semua sudut kota. Bagi pasangan anak muda, malam natal adalah malam yang sedapat mungkin bisa dilewatkan bersama dalam suasana gembira.
Hadiah Natal. Bagi anak-anak, Natal selalu dikaitkan dengan hadiah. Ini memang sangat berkaitan dengan cerita Santa Klaus yang membagi-bagikan hadiah. Berbagi hadiah merupakan suatu hal yang membuat anak-anak gembira. Ada juga perusahaan yang membagikan hadiah untuk pegawainya di saat Natal, jadi tidak hanya anak-anak saja. Bagi mereka yang tidak menganut agama katolik/kristen mereka menyambut dan merayakan sebagai sesuatu hari yang menggembirakan.
Banyak tradisi Barat dalam merayakan Natal yang diadopsi oleh orang Jepang. Memang sudah merupakan kebiasaan orang Jepang untuk mencari sesuatu yang menarik dari negara-negara Barat dan kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang kental dengan khas Jepang. Selain tukar-menukar kado, keluarga-keluarga Jepang juga makan kalkun pada hari Natal, dan bahkan ada pohon Natal di beberapa tempat umum. Mereka menghias rumah mereka dengan pohon cemara, dan puji-pujian Natal dikumandangkan dengan sukacita di beberapa rumah. Sering kali, sebuah ranting juga digantung di langit-langit rumah. Krans Natal digantung di depan pintu sebagai simbol keberuntungan.
Di Jepang, ada pendeta yang disebut "Hoteiosho" --versi lain Sinterklas. Ia digambarkan sebagai pria tua baik hati yang memanggul tas besar. Beberapa rumor mengatakan bahwa ia memunyai mata di bagian belakang kepalanya. Penting bagi anak-anak untuk bersikap baik saat tersiar kehadiran Hoteiosho
Tahun Baru
Tahun Baru merupakan hari raya terpenting dalam kalender Jepang. Pada malam Tahun Baru, seluruh rumah dibersihkan dari atap sampai lantai bawah. Seluruh rumah dihiasi untuk menyambut hari itu. Saat segala sesuatu telah bersih dan rapi, seisi rumah memakai pakaian yang paling bagus, sering kali mereka memakai baju nasional Jepang --kimono. Kemudian, kepala keluarga berjalan mengelilingi rumah sambil diikuti seisi rumah untuk mengusir roh-roh jahat. Ia melempar buncis kering ke setiap sudut rumah agar roh-roh jahat keluar dari rumah dan keberuntungan masuk ke rumah. Seluruh keluarga pergi ke kuil Shinto, menepukkan kedua tangan mereka untuk menarik perhatian tuhan mereka dan memohon peruntungan. Sering kali, kesialan-kesialannya dibakar, namun variasi kebiasaan itu tergantung pada kuil dan tuhannya
Sepanjang hari terakhir dalam setahun, orang Jepang disibukkan dengan berbagai tradisi "toshi koshi" (melewatkan tahun). Malam pergantian tahun (31 Desember hingga 1 Januari pagi hari) disebut "joya" (malam tahun baru), dan merupakan kesempatan berkumpul bagi anggota keluarga. Pada malam pergantian tahun tahun baru, di Jepang terdapat tradisi memakan soba yang disebut toshikoshi soba dan ikan sarden (toshikoshi iwashi). Selain itu, orang Jepang memiliki tradisi menyambut toshigami (dewa tahun baru) dengan cara tidak tidur hingga di pagi hari. Orang yang lekas tertidur dipercaya rambutnya menjadi beruban. Di malam pergantian tahun, kuil-kuil Buddha melakukan tradisi membunyikan genta malam tahun baru sebanyak 108 kali yang melambangkan jumlah nafsu manusia. Salah satu acara televisi untuk menyambut pergantian tahun adalah NHK Kōhaku Uta Gassen.
Sumber:
Sabtu, 26 November 2011
For Anything
Yay! Original Fanfic! XD
Original Fanfic a.k.a Original Story yang saya buat spesial buat Angel-chan yang sedang berulang tahun (27/11)! Otanjoubi omedetou! XO
Oh, ya, terima kasih buat pemberian hak asasi (???) nama Cherica yang diberikan kepada saya! XD Maaf kalau chara Cherica di orifict ini jelek atau kurang mengesankan. T.T
Sekali lagi, happy birthday, Angel-chan! XD
Hmm, sedikit informasi saja. Orifict ini terinspirasi dari manga/anime Pandora Hearts dan Kuroshitsuji! Jadi jangan heran kalau ceritanya pada sekitar abad 18. =="
Yosh!
Langsung dibaca saja~
Ditekankan untuk NO PLAGIAT!
Aku pernah berpikir demikian. Karena aku mirip sekali dengan ibu, aku akan menjadi anak kesayangannya. Tapi, ternyata dugaanku salah. Adik kembarku, Cherica, memiliki fisik yang sangat lemah. Ia harus dijaga setiap saat, makanan yang ia makan harus benar-benar higenis, dan ia tidak boleh melakukan pekerjaan yang membuatnya lelah. Aku juga pernah berpikir, walaupun begitu, ibu akan bersikap adil kepada kami; aku yang tumbuh sehat dan adik kembarku yang tumbuh dengan fisik lemah.
Aku berasal dari keluarga bangsawan terkemuka di kota tempatku tinggal, Trixie. Ayahku, Flobert Ainsworth, merupakan bangsawan yang disegani karena perusahaan tekstil yang dilakoninya. Aku juga memiliki seorang kakak laki-laki bernama Colbert Ainsworth, yang umurnya 8 tahun lebih tua dariku. Saat ini aku telah menginjak pada usia 15 tahun. Kalian dapat menghitung sendiri umur kakakku, kan?
Pada koridor yang menuju ruang utama di mansion-ku, banyak sekali lukisan-lukisan yang menggantung di sana. Salah satunya ialah lukisan “From the Lake” dari Georgia O’Keeffe. Tapi, ada 1 lukisan di sana yang membuatku tertarik. Lukisan seorang anak perempuan yang mirip sekali dengan Cherica. Rambutnya panjang berwarna brown dan terurai, serta mata amethyst-nya yang membuatku semakin yakin kalau lukisan itu merupakan lukisan Cherica saat ia berumur 3 tahun. Semakin aku berpikir ke sini, hatiku semakin merasa sakit. Jangan tanyakan mengapa. Karena –jelas saja, ini begitu memperlihatkan kalau Cherica mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang berlebih daripada aku.
Pada pagi hari ini, aku menuruni anak tangga menuju ruang makan di mansion-ku. Seluruh anggota keluargaku telah berkumpul di sana dan kau lihat –mereka makan tanpa menunggu aku. Aku sempat berpikir, mengapa aku dilahirkan pada keluarga seperti ini? Lebih baik aku lahir di keluarga miskin yang menghargai keberadaanku!
“Fari, kau kau lama sekali,” kata Cherica lembut padaku, ketika aku mulai menarik kursi di sebelahnya untuk duduk dan makan.
“Iya, maaf.”
Aku melirik sedikit ke arah piring makan Cherica. Aku sedikit terkejut, karena piringnya masih kosong.
“Kau belum makan?” tanyaku padanya.
“Belum. Aku menunggumu,” ujarnya sambil tersenyum manis.
Rasa tak enak hati langsung menyelimuti hatiku. Aku tahu sebenarnya adik kembarku ini menyayangiku dan tentu saja aku juga menyayanginya! Tapi, kasih sayang melimpah yang ia dapatkan, terkadang membuatku iri.
“Padahal kau tidak perlu menungguku, Cheri. Aku tidak apa-apa,” kataku sambil tersenyum kecut.
“Tapi aku ingin makan bersama Fari.”
“Farica!” Ibu memanggilku dengan sedikit berteriak. Aku menoleh padanya, dan aku langsung mendapatkan ekspresi masam darinya. Aku tahu, aku akan kena marah lagi.
“Kau lama sekali! Apa saja yang kau lakukan di atas, huh? Cherica tidak bisa terlambat makan, seharusnya kau mengerti itu!” kata ibuku dengan suara lantang.
“Iya, Ibu. Maafkan aku,” kataku sambil menunduk.
Ibuku menghentakkan alat makan yang ia pegang di meja sambil berkata, “Jika kau tidak mau makan, kau tidak perlu datang ke sini dan membuat Cherica menunggu! Berapa kali harus kukatakan, kau selalu menyakiti adikmu, Fari!”
Aku semakin menunduk. Bulu kudukku berdiri. Jujur saja, saat ini aku begitu takut. Rasanya selalu ingin menangis ketika ibu berbicara –atau lebih tepatnya memarahiku.
“Apa kau tidak menyayangi adikmu, huh? Kau selalu membuatku marah di pagi hari! Ka—“
“Hentikan, Carissa,” potong ayahku. Oh! Terima kasih ayah!
“Flobert—“
“Makanlah dengan tenang, Carissa. Kalau kau memulai hari dengan marah-marah, bagaimana kau bisa menjalani hari?” kata ayahku tenang. Aku masih menunduk. Takut.
“…”
Ibu terdiam. Ia kembali mengambil peralatan makannya dan mulai makan dengan tenang. Tapi aku tahu, ibu masih kesal denganku. Mengapa ibu selalu menyalahkanku? Apakah semua yang aku perbuat itu salah?
“Fari, makanlah. Jangan menunduk terus,” ujar Colbert.
Dengan perlahan, aku mengangkat kepalaku dan menatap mereka semua. Mereka kelihatan baik-baik saja dan keheningan menyelimuti kami. Aku menolehkan kepalaku kepada Cherica, dan kulihat ia tersenyum manis padaku. Senyuman yang membuatku menjadi serba salah.
-foranything-
GREK! GREK!
Kereta kuda membawaku dalam perjalanan menuju sekolahku, Bloom High School. Bloom High School merupakan sekolah khusus putri dan juga merupakan sekolah terbaik di Trixie. BHS memiliki halaman yang luas dan berbagai macam bunga yang indah tersebar rata di sana. Gedung sekolah yang besar dan bercat light yellow, serta pohon-pohon dan tanaman lainnya yang begitu tertata rapi, menambah keasrian sekolah tempatku menuntut ilmu ini.
Aku mencintai sekolahku ini. Karena di sini, aku hanya bertemu dengan kedua sahabatku. Bukan dengan keluargaku yang kejam padaku.
Oh, ya, jangan tanyakan apakah Cherica bersekolah di sini juga atau tidak. Karena –jelas saja, ia tidak bersekolah di sini. Ia harus di rumah, menjaga kesehatannya. Aku bukan orang yang licik. Cherica memang tidak berada di sini, bukan berarti aku senang karena keberadaannya tidak ada. Justru aku sangat prihatin, karena tiap kali aku pulang sekolah Cherica selalu menungguku di pintu sambil berkata, “Apakah sekolahmu menyenangkan?”
GREK! GREK!
Kereta kudaku berhenti di depan pintu gerbang BHS. Aku segera turun dan segera memasuki halaman sekolahku. Ternyata sudah banyak para siswi yang datang. Aku melihat-lihat sebentar kemudian memasuki kelasku.
“Wajah suram yang berarti hati suram. Kejadian biasa di pagi hari, Fari?” kata Risha Gulyaev -salah satu sahabatku- tiba-tiba sambil melingkarkan tangannya padaku.
“Yah, begitulah.”
Aku berjalan beberapa langkah menuju bangkuku dan duduk di sana.
“Kau baik-baik saja?” tanya May Belkin, sahabatku yang lainnya. Ekspresinya seperti khawatir padaku.
“Tenang saja, aku sudah biasa dengan semuanya,” ujarku menenangkannya.
“Hm, ya… Kalau aku jadi kau, aku mungkin akan pergi meninggalkan mereka,” kata Risha.
“Atau pergi ke kantor pengadilan?” sahut May.
“Haha, buat apa pergi ke kantor pengadilan? Yang ada kita malah disuruh pulang ke mansion dan menjadi anak yang baik,” kata Risha santai.
“Yah, sepertinya begitu,” ujar May sambil menaikkan kedua bahunya.
Aku menghembuskan nafas kecil mendengar obrolan mereka berdua. Kedua sahabatku itu memang tahu keadaanku di keluargaku. Aku sering bercerita pada mereka, dan hanya merekalah tempat aku bisa mengeluarkan semua uneg-uneg di kepalaku.
Hmm, mereka memang yang terbaik!
-foranything-
TENG! TENG!
Huaaa, akhirnya setelah berjam-jam duduk manis di kelas sambil mendengar Sang Guru mengoceh, waktu untuk istirahat telah tiba! Aku merenggangkan jari-jariku dan tubuhku supaya penat yang kurasakan selama berjam-jam itu sedikit menghilang.
“Hei, mau menemaniku ke ruang musik?” tanya May.
“Boleh. Mau berlatih piano lagi?” tebakku padanya.
“Tentu saja. Memangnya apa lagi?” sahut Risha dari belakangku.
“Aaa, kalau begitu ayo cepat! Aku takut ada yang memainkan pianonya lebih dulu,” kata May sedikit terburu-buru.
“Iya, iya. Sabar.”
Kami bertiga keluar kelas dan berjalan di koridor menuju ruang musik. Oh, ya, sedikit informasi saja. May itu sangat suka bermain piano. Di BHS, May merupakan siswi yang paling mahir memainkan piano. Jarinya panjang, kurus, dan lentik. Tiap kali melihatnya memainkan piano, jarinya seperti menari-nari dengan lincah di atas tuts-tuts piano. Tidak heran, jika May selalu diminta untuk memainkan piano tiap kali ada acara.
“Ah! Pintu ruang musiknya terbuka!” seru May ketika kami semakin mendekat ke ruang musik.
Dengan sangat terburu-buru, May segera mendorong pintu ruangan itu dan melihat ke dalam. Entah apa yang ia lihat, ia terpaku di ambang pintu.
TING! TING! TING!
Ada orang lain yang memainkan piano!
“Ada apa, May?” tanyaku ketika aku sudah dekat padanya.
“…”
Tidak ada jawaban. Sorot matanya terpaku ke depan. Aku mengikuti arah tangkap matanya, dan—yang benar saja, aku juga ikut terpaku!
TING! TING! TING!
Seorang siswi -yang sepertinya merupakan kakak tingkat kami bertiga- sedang memainkan piano satu-satunya yang ada di ruang musik itu. Rambutnya pendek berwarna pirang keemasan, dan ia kerap kali menutup mata emerald-nya, berusaha mendapatkan feeling dari lagu yang ia mainkan.
“Indah sekali,” gumam Risha yang sepertinya juga ikut terpaku.
TING!
Dentingan terakhirpun terdengar. Menandakan bahwa permainan lagu telah usai. Ia membuka matanya, memperlihatkan mata emerald-nya yang memukau. Ia melihat dan berjalan ke arah kami. Ia berhenti tepat di depan May. Ia menggerakkan matanya, melihat May dari ujung kaki sampai ujung kepala.
“Aku tidak mengerti, mengapa bocah jelek sepertimu memiliki permainan piano yang begitu menakjubkan,” katanya sambil memberikan tatapan merendahkan.
“A-Apa maksudmu, huh?!” tanya Risha menantang.
Ia menaikkan sebelah sudut mulutnya sambil berkata, “Tidak ada. Hanya tidak percaya pada kenyataan,” kemudian berlalu pergi.
“A-AP—“
“Sudahlah, Risha,” potong May. “Aku memang masih belum apa-apa,” lanjutnya.
May tersenyum tipis, kemudian berjalan menuju piano.
Ia duduk, kemudian menyiapkan jari-jarinya di atas tuts. Aku dan Risha hanya memperhatikannya.
TING! TING! TING!
Ia mulai bermain.
TING! TING! TING!
Aku ingin berkata jujur. Permainan piano May jauh lebih baik daripada kakak-tingkat-kami yang sombong! Dan itu… NYATA! Oh, May! You are the best!
“HUAAA, MAY!!!” teriak Risha sembari memeluk May dari belakang.
“He-Hei…” May kebingungan, memaksanya untuk berhenti sejenak dari permainannya. Sedangkan aku hanya tertawa kecil dari ambang pintu.
-foranything-
GREK! GREK!
Kehidupan sekolah yang menyenangkan telah usai. Kembali pada kehidupan kejam nan keji di mansion.
GREK!
Aku turun dari kereta kudaku lalu memasuki mansion dengan sedikit keraguan.
“Farica…,” panggil Cherica yang tak jauh dari pintu.
“...Kau masih menungguku?” tanyaku hati-hati.
“Tentu saja! Apakah sekolahmu menyenangkan?” tanyanya. Haaah, pertanyaan itu lagi.
Aku tersenyum kecut. “Lumayan.”
Ia mengerjap-ngerjapkan matanya. “Ada sesuatu yang terjadi di sekolah?” tanyanya ketika aku akan menaiki tangga menuju kamarku.
“Ah, iya. Aku bertemu kakak tingkat yang ugh… sombong.”
“Oh, ya? Siapa namanya?” tanya Cherica sambil berlari kecil mendekatiku.
“Entahlah. Aku tidak mengenalnya.” Aku kembali menaiki tangga menuju kamarku dan Cherica mengikutiku dengan berada di sampingku.
“Hmm, begitu. Oh, ya!”
Aku menolehkan kepalaku pada Cherica.
“Ada apa?”
“Malam ini kita akan pergi ke pesta!” ujar Cherica senang.
“Pesta? Kau diperbolehkan ibu untuk ikut?”
“Iya, pesta. Kata ibu putri dari keluarga Norward menikah dengan anak laki-laki dari keluarga Creighton. Dan perayaannya malam ini! Aku meminta ibu sambil memohon-mohon padanya untuk memperbolehkan aku ikut. Dan ibu memperbolehkanku. Fari, kau ikut, kan?”
“Hmm, entahlah,” jawabku sekenanya ketika kami telah sampai di depan pintu kamarku.
“Kau harus ikut! Kalau kau tidak ikut, nanti aku akan sendirian. Aku yakin, ibu pasti memperbolehkanmu,” ujarnya sambil tersenyum.
Lagi-lagi senyuman itu.
Kasih sayang ibu padamu berbeda dengan kasih sayang ibu padaku.
“Kau ikut, Farica.”
Aku menoleh ke belakang. “Ayah.”
“Ya, kau harus bersama Cherica. Bersiap-siaplah, Farica,” ujar ayah sambil berlalu.
Senyum Cherica semakin melebar.
“Tuh kan, benar! Ayo, bersiap-siap, Fari! Kita akan mengenakan gaun yang bagus dan cantik malam ini!” seru Cherica bersemangat.
Aku ikut tersenyum bersamanya. Dan entah mengapa, rasanya aku senang sekali!
-foranything-
Aku mengenakan gaun yang cukup lebar. Warnanya biru langit dan manik-manik putih serta pita mendominasi di gaun yang aku kenakan ini. Rambutku masih kuikat dengan model ponytail dan kuhias dengan pita yang cukup besar berwarna biru langit. Model gaunku dan gaun yang dikenakan Cherica sama, hanya saja gaun Cherica berwarna kuning terang dan rambutnya ia urai.
GREK! GREK!
Kereta kuda mengantarkan kami pada mansion yang cukup besar. Mansion Creighton. Aku beserta keluargaku turun dari kereta kuda ketika kami telah sampai di tempat tujuan. Aku dan Cherica berjalan berdampingan, dan ibu yang berada di depan kami yang selalu mengawasi Cherica.
WAWAWA!
Pesta yang cukup ramai. Didominasi oleh orang dewasa yang saling bercengkrama, anak-anak kecil yang tertawa riang sambil bermain-main, dan beberapa remaja yang tersebar di penjuru ruangan.
“Haaaah!”
Aku menghembuskan nafas untuk kesekian kalinya. Aku lelah. Sendirian. Kalau tahu begini, lebih baik aku tidak ikut datang. Bahkan tidak ada seorangpun yang menyadari keberadaanku di mansion ini –tentu saja kecuali keluargaku.
TAP! TAP!
Aku mendengar langkah kaki seseorang. Dengan sigap, aku segera membalikkan tubuhku dan melihat orang tersebut.
“Ah, ternyata di sini ada orang juga,” katanya. Hmm, seorang pemuda.
Dia berjalan mendekatiku, aku mundur beberapa langkah. Langkahnya semakin maju dan mengambil posisi di sampingku. Rambutnya berwarna hitam kelam, namun kulitnya putih. Dia memiliki mata berwarna seperti sapphire, mata yang indah. Dia menatap langit malam sambil bertanya padaku, “Siapa namamu?”
‘Keren…’
Ah! Wajahku memerah!
“A-Aku…” Aku tergagap. Hingga…
“Fari, mengapa kau ke si—“ Cherica datang, mengalihkan pandanganku padanya.
Ia terdiam. Entah apa yang dipikirkannya. Di sini, di balkon mansion Creighton, di bawah langit malam, kami bertiga terdiam dalam hening.
Mungkinkah, takdir mulai mengombang-ambingkan kehidupan kami bertiga?
TBC
.
Original Fanfic a.k.a Original Story yang saya buat spesial buat Angel-chan yang sedang berulang tahun (27/11)! Otanjoubi omedetou! XO
Oh, ya, terima kasih buat pemberian hak asasi (???) nama Cherica yang diberikan kepada saya! XD Maaf kalau chara Cherica di orifict ini jelek atau kurang mengesankan. T.T
Sekali lagi, happy birthday, Angel-chan! XD
Hmm, sedikit informasi saja. Orifict ini terinspirasi dari manga/anime Pandora Hearts dan Kuroshitsuji! Jadi jangan heran kalau ceritanya pada sekitar abad 18. =="
Yosh!
Langsung dibaca saja~
Ditekankan untuk NO PLAGIAT!
.
FOR ANYTHING
By Farica~Lucy/faricaLucy/Lucy Na
Rated: T (13+)
Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, Family
~Original Story~
Enjoy! ^^
.
.
.
Prologue
Hai, namaku Farica Ainsworth. Aku memiliki rambut panjang berwarna lavender dan rambutku sering kuikat dengan model ponytail. Aku memiliki mata yang indah seperti ibuku yang berwarna amethyst, dan adik kembarku juga memiliki mata yang sama sepertiku. Tapi, adik kembarku yang bernama Cherica Ainsworth ini memiliki rambut panjang berwarna brown dan lebih sering ia urai. Aku memiliki karakteristik yang mirip sekali dengan ibuku, Carissa Ainsworth, maka jangan heran kalau aku kerap kali dikatakan sebagai copy-an dari ibuku.
Aku pernah berpikir demikian. Karena aku mirip sekali dengan ibu, aku akan menjadi anak kesayangannya. Tapi, ternyata dugaanku salah. Adik kembarku, Cherica, memiliki fisik yang sangat lemah. Ia harus dijaga setiap saat, makanan yang ia makan harus benar-benar higenis, dan ia tidak boleh melakukan pekerjaan yang membuatnya lelah. Aku juga pernah berpikir, walaupun begitu, ibu akan bersikap adil kepada kami; aku yang tumbuh sehat dan adik kembarku yang tumbuh dengan fisik lemah.
Aku berasal dari keluarga bangsawan terkemuka di kota tempatku tinggal, Trixie. Ayahku, Flobert Ainsworth, merupakan bangsawan yang disegani karena perusahaan tekstil yang dilakoninya. Aku juga memiliki seorang kakak laki-laki bernama Colbert Ainsworth, yang umurnya 8 tahun lebih tua dariku. Saat ini aku telah menginjak pada usia 15 tahun. Kalian dapat menghitung sendiri umur kakakku, kan?
Pada koridor yang menuju ruang utama di mansion-ku, banyak sekali lukisan-lukisan yang menggantung di sana. Salah satunya ialah lukisan “From the Lake” dari Georgia O’Keeffe. Tapi, ada 1 lukisan di sana yang membuatku tertarik. Lukisan seorang anak perempuan yang mirip sekali dengan Cherica. Rambutnya panjang berwarna brown dan terurai, serta mata amethyst-nya yang membuatku semakin yakin kalau lukisan itu merupakan lukisan Cherica saat ia berumur 3 tahun. Semakin aku berpikir ke sini, hatiku semakin merasa sakit. Jangan tanyakan mengapa. Karena –jelas saja, ini begitu memperlihatkan kalau Cherica mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang berlebih daripada aku.
Pada pagi hari ini, aku menuruni anak tangga menuju ruang makan di mansion-ku. Seluruh anggota keluargaku telah berkumpul di sana dan kau lihat –mereka makan tanpa menunggu aku. Aku sempat berpikir, mengapa aku dilahirkan pada keluarga seperti ini? Lebih baik aku lahir di keluarga miskin yang menghargai keberadaanku!
“Fari, kau kau lama sekali,” kata Cherica lembut padaku, ketika aku mulai menarik kursi di sebelahnya untuk duduk dan makan.
“Iya, maaf.”
Aku melirik sedikit ke arah piring makan Cherica. Aku sedikit terkejut, karena piringnya masih kosong.
“Kau belum makan?” tanyaku padanya.
“Belum. Aku menunggumu,” ujarnya sambil tersenyum manis.
Rasa tak enak hati langsung menyelimuti hatiku. Aku tahu sebenarnya adik kembarku ini menyayangiku dan tentu saja aku juga menyayanginya! Tapi, kasih sayang melimpah yang ia dapatkan, terkadang membuatku iri.
“Padahal kau tidak perlu menungguku, Cheri. Aku tidak apa-apa,” kataku sambil tersenyum kecut.
“Tapi aku ingin makan bersama Fari.”
“Farica!” Ibu memanggilku dengan sedikit berteriak. Aku menoleh padanya, dan aku langsung mendapatkan ekspresi masam darinya. Aku tahu, aku akan kena marah lagi.
“Kau lama sekali! Apa saja yang kau lakukan di atas, huh? Cherica tidak bisa terlambat makan, seharusnya kau mengerti itu!” kata ibuku dengan suara lantang.
“Iya, Ibu. Maafkan aku,” kataku sambil menunduk.
Ibuku menghentakkan alat makan yang ia pegang di meja sambil berkata, “Jika kau tidak mau makan, kau tidak perlu datang ke sini dan membuat Cherica menunggu! Berapa kali harus kukatakan, kau selalu menyakiti adikmu, Fari!”
Aku semakin menunduk. Bulu kudukku berdiri. Jujur saja, saat ini aku begitu takut. Rasanya selalu ingin menangis ketika ibu berbicara –atau lebih tepatnya memarahiku.
“Apa kau tidak menyayangi adikmu, huh? Kau selalu membuatku marah di pagi hari! Ka—“
“Hentikan, Carissa,” potong ayahku. Oh! Terima kasih ayah!
“Flobert—“
“Makanlah dengan tenang, Carissa. Kalau kau memulai hari dengan marah-marah, bagaimana kau bisa menjalani hari?” kata ayahku tenang. Aku masih menunduk. Takut.
“…”
Ibu terdiam. Ia kembali mengambil peralatan makannya dan mulai makan dengan tenang. Tapi aku tahu, ibu masih kesal denganku. Mengapa ibu selalu menyalahkanku? Apakah semua yang aku perbuat itu salah?
“Fari, makanlah. Jangan menunduk terus,” ujar Colbert.
Dengan perlahan, aku mengangkat kepalaku dan menatap mereka semua. Mereka kelihatan baik-baik saja dan keheningan menyelimuti kami. Aku menolehkan kepalaku kepada Cherica, dan kulihat ia tersenyum manis padaku. Senyuman yang membuatku menjadi serba salah.
-foranything-
GREK! GREK!
Kereta kuda membawaku dalam perjalanan menuju sekolahku, Bloom High School. Bloom High School merupakan sekolah khusus putri dan juga merupakan sekolah terbaik di Trixie. BHS memiliki halaman yang luas dan berbagai macam bunga yang indah tersebar rata di sana. Gedung sekolah yang besar dan bercat light yellow, serta pohon-pohon dan tanaman lainnya yang begitu tertata rapi, menambah keasrian sekolah tempatku menuntut ilmu ini.
Aku mencintai sekolahku ini. Karena di sini, aku hanya bertemu dengan kedua sahabatku. Bukan dengan keluargaku yang kejam padaku.
Oh, ya, jangan tanyakan apakah Cherica bersekolah di sini juga atau tidak. Karena –jelas saja, ia tidak bersekolah di sini. Ia harus di rumah, menjaga kesehatannya. Aku bukan orang yang licik. Cherica memang tidak berada di sini, bukan berarti aku senang karena keberadaannya tidak ada. Justru aku sangat prihatin, karena tiap kali aku pulang sekolah Cherica selalu menungguku di pintu sambil berkata, “Apakah sekolahmu menyenangkan?”
GREK! GREK!
Kereta kudaku berhenti di depan pintu gerbang BHS. Aku segera turun dan segera memasuki halaman sekolahku. Ternyata sudah banyak para siswi yang datang. Aku melihat-lihat sebentar kemudian memasuki kelasku.
“Wajah suram yang berarti hati suram. Kejadian biasa di pagi hari, Fari?” kata Risha Gulyaev -salah satu sahabatku- tiba-tiba sambil melingkarkan tangannya padaku.
“Yah, begitulah.”
Aku berjalan beberapa langkah menuju bangkuku dan duduk di sana.
“Kau baik-baik saja?” tanya May Belkin, sahabatku yang lainnya. Ekspresinya seperti khawatir padaku.
“Tenang saja, aku sudah biasa dengan semuanya,” ujarku menenangkannya.
“Hm, ya… Kalau aku jadi kau, aku mungkin akan pergi meninggalkan mereka,” kata Risha.
“Atau pergi ke kantor pengadilan?” sahut May.
“Haha, buat apa pergi ke kantor pengadilan? Yang ada kita malah disuruh pulang ke mansion dan menjadi anak yang baik,” kata Risha santai.
“Yah, sepertinya begitu,” ujar May sambil menaikkan kedua bahunya.
Aku menghembuskan nafas kecil mendengar obrolan mereka berdua. Kedua sahabatku itu memang tahu keadaanku di keluargaku. Aku sering bercerita pada mereka, dan hanya merekalah tempat aku bisa mengeluarkan semua uneg-uneg di kepalaku.
Hmm, mereka memang yang terbaik!
-foranything-
TENG! TENG!
Huaaa, akhirnya setelah berjam-jam duduk manis di kelas sambil mendengar Sang Guru mengoceh, waktu untuk istirahat telah tiba! Aku merenggangkan jari-jariku dan tubuhku supaya penat yang kurasakan selama berjam-jam itu sedikit menghilang.
“Hei, mau menemaniku ke ruang musik?” tanya May.
“Boleh. Mau berlatih piano lagi?” tebakku padanya.
“Tentu saja. Memangnya apa lagi?” sahut Risha dari belakangku.
“Aaa, kalau begitu ayo cepat! Aku takut ada yang memainkan pianonya lebih dulu,” kata May sedikit terburu-buru.
“Iya, iya. Sabar.”
Kami bertiga keluar kelas dan berjalan di koridor menuju ruang musik. Oh, ya, sedikit informasi saja. May itu sangat suka bermain piano. Di BHS, May merupakan siswi yang paling mahir memainkan piano. Jarinya panjang, kurus, dan lentik. Tiap kali melihatnya memainkan piano, jarinya seperti menari-nari dengan lincah di atas tuts-tuts piano. Tidak heran, jika May selalu diminta untuk memainkan piano tiap kali ada acara.
“Ah! Pintu ruang musiknya terbuka!” seru May ketika kami semakin mendekat ke ruang musik.
Dengan sangat terburu-buru, May segera mendorong pintu ruangan itu dan melihat ke dalam. Entah apa yang ia lihat, ia terpaku di ambang pintu.
TING! TING! TING!
Ada orang lain yang memainkan piano!
“Ada apa, May?” tanyaku ketika aku sudah dekat padanya.
“…”
Tidak ada jawaban. Sorot matanya terpaku ke depan. Aku mengikuti arah tangkap matanya, dan—yang benar saja, aku juga ikut terpaku!
TING! TING! TING!
Seorang siswi -yang sepertinya merupakan kakak tingkat kami bertiga- sedang memainkan piano satu-satunya yang ada di ruang musik itu. Rambutnya pendek berwarna pirang keemasan, dan ia kerap kali menutup mata emerald-nya, berusaha mendapatkan feeling dari lagu yang ia mainkan.
“Indah sekali,” gumam Risha yang sepertinya juga ikut terpaku.
TING!
Dentingan terakhirpun terdengar. Menandakan bahwa permainan lagu telah usai. Ia membuka matanya, memperlihatkan mata emerald-nya yang memukau. Ia melihat dan berjalan ke arah kami. Ia berhenti tepat di depan May. Ia menggerakkan matanya, melihat May dari ujung kaki sampai ujung kepala.
“Aku tidak mengerti, mengapa bocah jelek sepertimu memiliki permainan piano yang begitu menakjubkan,” katanya sambil memberikan tatapan merendahkan.
“A-Apa maksudmu, huh?!” tanya Risha menantang.
Ia menaikkan sebelah sudut mulutnya sambil berkata, “Tidak ada. Hanya tidak percaya pada kenyataan,” kemudian berlalu pergi.
“A-AP—“
“Sudahlah, Risha,” potong May. “Aku memang masih belum apa-apa,” lanjutnya.
May tersenyum tipis, kemudian berjalan menuju piano.
Ia duduk, kemudian menyiapkan jari-jarinya di atas tuts. Aku dan Risha hanya memperhatikannya.
TING! TING! TING!
Ia mulai bermain.
TING! TING! TING!
Aku ingin berkata jujur. Permainan piano May jauh lebih baik daripada kakak-tingkat-kami yang sombong! Dan itu… NYATA! Oh, May! You are the best!
“HUAAA, MAY!!!” teriak Risha sembari memeluk May dari belakang.
“He-Hei…” May kebingungan, memaksanya untuk berhenti sejenak dari permainannya. Sedangkan aku hanya tertawa kecil dari ambang pintu.
-foranything-
GREK! GREK!
Kehidupan sekolah yang menyenangkan telah usai. Kembali pada kehidupan kejam nan keji di mansion.
GREK!
Aku turun dari kereta kudaku lalu memasuki mansion dengan sedikit keraguan.
“Farica…,” panggil Cherica yang tak jauh dari pintu.
“...Kau masih menungguku?” tanyaku hati-hati.
“Tentu saja! Apakah sekolahmu menyenangkan?” tanyanya. Haaah, pertanyaan itu lagi.
Aku tersenyum kecut. “Lumayan.”
Ia mengerjap-ngerjapkan matanya. “Ada sesuatu yang terjadi di sekolah?” tanyanya ketika aku akan menaiki tangga menuju kamarku.
“Ah, iya. Aku bertemu kakak tingkat yang ugh… sombong.”
“Oh, ya? Siapa namanya?” tanya Cherica sambil berlari kecil mendekatiku.
“Entahlah. Aku tidak mengenalnya.” Aku kembali menaiki tangga menuju kamarku dan Cherica mengikutiku dengan berada di sampingku.
“Hmm, begitu. Oh, ya!”
Aku menolehkan kepalaku pada Cherica.
“Ada apa?”
“Malam ini kita akan pergi ke pesta!” ujar Cherica senang.
“Pesta? Kau diperbolehkan ibu untuk ikut?”
“Iya, pesta. Kata ibu putri dari keluarga Norward menikah dengan anak laki-laki dari keluarga Creighton. Dan perayaannya malam ini! Aku meminta ibu sambil memohon-mohon padanya untuk memperbolehkan aku ikut. Dan ibu memperbolehkanku. Fari, kau ikut, kan?”
“Hmm, entahlah,” jawabku sekenanya ketika kami telah sampai di depan pintu kamarku.
“Kau harus ikut! Kalau kau tidak ikut, nanti aku akan sendirian. Aku yakin, ibu pasti memperbolehkanmu,” ujarnya sambil tersenyum.
Lagi-lagi senyuman itu.
Kasih sayang ibu padamu berbeda dengan kasih sayang ibu padaku.
“Kau ikut, Farica.”
Aku menoleh ke belakang. “Ayah.”
“Ya, kau harus bersama Cherica. Bersiap-siaplah, Farica,” ujar ayah sambil berlalu.
Senyum Cherica semakin melebar.
“Tuh kan, benar! Ayo, bersiap-siap, Fari! Kita akan mengenakan gaun yang bagus dan cantik malam ini!” seru Cherica bersemangat.
Aku ikut tersenyum bersamanya. Dan entah mengapa, rasanya aku senang sekali!
-foranything-
Aku mengenakan gaun yang cukup lebar. Warnanya biru langit dan manik-manik putih serta pita mendominasi di gaun yang aku kenakan ini. Rambutku masih kuikat dengan model ponytail dan kuhias dengan pita yang cukup besar berwarna biru langit. Model gaunku dan gaun yang dikenakan Cherica sama, hanya saja gaun Cherica berwarna kuning terang dan rambutnya ia urai.
GREK! GREK!
Kereta kuda mengantarkan kami pada mansion yang cukup besar. Mansion Creighton. Aku beserta keluargaku turun dari kereta kuda ketika kami telah sampai di tempat tujuan. Aku dan Cherica berjalan berdampingan, dan ibu yang berada di depan kami yang selalu mengawasi Cherica.
WAWAWA!
Pesta yang cukup ramai. Didominasi oleh orang dewasa yang saling bercengkrama, anak-anak kecil yang tertawa riang sambil bermain-main, dan beberapa remaja yang tersebar di penjuru ruangan.
Cherica mengikuti ibu untuk mengobrol dan aku ditinggal sendirian. Aku mengambil salah satu cocktail yang ada di salah satu meja, lalu membawanya bersamaku menuju balkon. Di ruangan yang luas itu orang-orang saling menyapa, mengobrol, dan tertawa. Sedangkan aku sendirian di balkon mansion, menikmati cocktail sambil memandangi langit malam.
“Haaaah!”
Aku menghembuskan nafas untuk kesekian kalinya. Aku lelah. Sendirian. Kalau tahu begini, lebih baik aku tidak ikut datang. Bahkan tidak ada seorangpun yang menyadari keberadaanku di mansion ini –tentu saja kecuali keluargaku.
TAP! TAP!
Aku mendengar langkah kaki seseorang. Dengan sigap, aku segera membalikkan tubuhku dan melihat orang tersebut.
“Ah, ternyata di sini ada orang juga,” katanya. Hmm, seorang pemuda.
Dia berjalan mendekatiku, aku mundur beberapa langkah. Langkahnya semakin maju dan mengambil posisi di sampingku. Rambutnya berwarna hitam kelam, namun kulitnya putih. Dia memiliki mata berwarna seperti sapphire, mata yang indah. Dia menatap langit malam sambil bertanya padaku, “Siapa namamu?”
Untuk sejenak aku terpaku. Aku mulai membuka mulut, tetapi dia telah berbicara lebih dulu. “Aku Arvin Norward. Kau tidak perlu takut. Aku orang baik-baik,” ujarnya sambil tersenyum.
‘Keren…’
Ah! Wajahku memerah!
“A-Aku…” Aku tergagap. Hingga…
“Fari, mengapa kau ke si—“ Cherica datang, mengalihkan pandanganku padanya.
Ia terdiam. Entah apa yang dipikirkannya. Di sini, di balkon mansion Creighton, di bawah langit malam, kami bertiga terdiam dalam hening.
Mungkinkah, takdir mulai mengombang-ambingkan kehidupan kami bertiga?
TBC
.
Yap!
Minta komentarnya, ya! XD
Oh, ya, kalau mau lebih enak lagi bacanya, silahkan baca di http://www.fictionpress.com/s/2974143/1/For_Anything (Minta review-nya, Minna? XD)
Nah, di sini kita mendapatkan info! Nama "Farica" yang saya gunakan merupakan OC (Original Character) yang saya buat. (^_^)v Saya sangat menyukai nama itu dan selalu memakainya. Untuk nama "Lucy" saya ambil dari tokoh anime/manga Fairy Tail! Hayooo, yang fans-nya Fairy Tail pasti tahu! XD
Sekian dulu dari saya. Nantikan chapter selanjutnya! XD
*halah* (Siapa juga yang mau nungguin?)
Rabu, 16 November 2011
SID Winter Single - Fuyu no Benchi
Haloha~! XD
Kali ini kita akan membicarakan mengenai winter single dari SID! Hayooo, siapa yang fans SID di sini?
SID akan merilis single baru pada 28 Desember 2011.
"Fuyu no Benchi" (bangku musim dingin) dikatakan untuk menunjukkan sisi baru dari SID yang akan menarik bagi khalayak yang lebih luas. Lagu ini ditulis oleh vokalis Mao dan disusun oleh drummer Yuuya.
Single ini akan dirilis dalam format CD + DVD A dan B, serta CD biasa-hanya edisi. Format A dan B akan berisi versi yang berbeda dari video musik "Fuyu no Benchi".
Fuyu no Benchi 2011.12.28
[CD]
01. 冬のベンチ / Fuyu no Benchi
02. 囮 / Otori
03. アリバイ / Alibi (Live from "dead stock TOUR 2011"
Fuyu no Benchi [Type A] 2011.12.28
[DVD]
"Fuyu no Benchi" Special Movie Ver. A
Fuyu no Benchi [Type B] 2011.12.28
[DVD]
"Fuyu no Benchi" Special Movie Ver. B
Sumber: http://www.jpopasia.com/news/sid-announces-winter-single-fuyu-no-benchi::9400.html
Kali ini kita akan membicarakan mengenai winter single dari SID! Hayooo, siapa yang fans SID di sini?
SID akan merilis single baru pada 28 Desember 2011.
"Fuyu no Benchi" (bangku musim dingin) dikatakan untuk menunjukkan sisi baru dari SID yang akan menarik bagi khalayak yang lebih luas. Lagu ini ditulis oleh vokalis Mao dan disusun oleh drummer Yuuya.
Single ini akan dirilis dalam format CD + DVD A dan B, serta CD biasa-hanya edisi. Format A dan B akan berisi versi yang berbeda dari video musik "Fuyu no Benchi".
Fuyu no Benchi 2011.12.28
[CD]
01. 冬のベンチ / Fuyu no Benchi
02. 囮 / Otori
03. アリバイ / Alibi (Live from "dead stock TOUR 2011"
Fuyu no Benchi [Type A] 2011.12.28
[DVD]
"Fuyu no Benchi" Special Movie Ver. A
Fuyu no Benchi [Type B] 2011.12.28
[DVD]
"Fuyu no Benchi" Special Movie Ver. B
Sumber: http://www.jpopasia.com/news/sid-announces-winter-single-fuyu-no-benchi::9400.html
Langganan:
Postingan (Atom)




